oleh

Tips Dari Dr. Tirta Untuk Wedding Orginizer Saat Pandemi

Gosip.co.id – Bisnis dikala pandemi covid-19 banyak sekali tantagannya, salah satunya adalah bisnis Wedding Orginizer yang sangat terdampak.

Banyak acara pernikahan yang diundur bahkan tidak seedikit yang membatalkan untuk memakai jasa WO karena terhambat oleh peraturan yang mengharuskan jaga jarak.

Para artis pun banyak yang memilih untuk melangsungkan pernikahan mereka hanya dihadiri kerabat dan keluarga saja. Seperti Nikita Willy yang menikah baru-baru ini.

Tak sedikit yang menyoroti bisnis WO ini, salah satunya yaitu dr. tirta yanng terus mendukung keberlangsungan para pelaku UMKM.

Pemilik panggilan cipeng atau lebih populer dengan nama dr. tirta memiliki beberapa tips untuk kamu yang sedang menjalani bisnis WO ataupun EO. Berikut tipsnya!

5 Tips Untuk Para Pelaku Usaha WO dan EO

Gambar dr tirta terbaru
Instagram/ dr.tirta

1. Barcode regist

Untuk mempercepat alur yang masuk, sehingga tidak ngantri di depan mengisi buku tamu, jadi orang bisa menikmati makanan dan ketemu mempelai, pake barcode, undangannya lewat WhatsApp mereka ngisi barcode dari rumah.

Hasilnya yaitu itu Google from, database yang bisa disetorkan ke Dinas Pariwisata dan Kesehatan DKI.

2. Setelah mengisi barcode, pengunjung bisa menukarkan dengan souvenir.

Tamu tidak perlu antri panjang untuk menukarkan souvenir karena semua sudah terintergrasi dengan barcode.

3. Diarahkan masuk ke gedung dan harus ada 2 tambahan yaitu time keeper dan flow keeper.

Time keeper itu yang me-waktui sesuai stiker jadi ngomong di situ “Ayo yang pakai stiker ijo sudah 1 jam mohon keluar”.

Flow keeper yang mengarahkan mulai dari masuk harus langsung foto (pengatur alur) dari setelah salaman langsung makan, Jadi mempelai nggak kecapean dan yang makan enak semua fun, hasilnya tidak. ada penumpukan.

Baca Juga : Gurita Bisnis Arief Muhammad dan Tiara Pangestika

4. Terdapat Gate keeper.

Tugasnya untuk memastikan barcode sudah diisi apa belum. Kalau misalkan ada orang orang tua sepuh yang kesulitan isi barcode gate keeper lah yang membantu.

Jadi kita bisa menghemat buku tamukarena tidak memerlukan spidol dan alat tulis lainnya.

5. Kuota per jam dibatasi.

Karena menurut who menjaga jarak sampai 2 meter, jadi luas gedung dibagi 2 sudah menjadi standar yang baik.

Contohnya kalau luasnya gedung 500 maka dibagi 2 jadi 250 pengunjung per jam kerja dan tiap jam itu setelah selesai biar sesinya banyak di disinfektan pakai yang food grade, diisinfektan tapi di gate nya saja.

Perhatikan juga barang-barangnya harus ramah lingkungan jangan yang keramik kalau bisa sekali pakai, sekali pakai buang itu bisa menghemat biaya.

Terus kalau buat mempelai saran dari dr. tirta fokus aja untuk membuat tamu undangan atau pengunjung menikmati suasana. Jadi souvenir nya bisa berupa masker sama hand sanitazer.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed