Rayakan Satu Dekade, Wilsen Willim Pertemukan Wastra dan Teknologi dalam Koleksi Terbaru

Author Image

Terbit

13 Juli 2026, 13:45 WIB

Rayakan Satu Dekade, Wilsen Willim Pertemukan Wastra dan Teknologi dalam Koleksi Terbaru
Rayakan Satu Dekade, Wilsen Willim Pertemukan Wastra dan Teknologi dalam Koleksi Terbaru

Gosip.co.id, 13 Juli 2026 –

Dalam rangka merayakan satu dekade perjalanannya, Wilsen Willim mempersembahkan koleksi haute couture bertajuk Algorithm: Universal Language. Koleksi ini merupakan refleksi atas perjalanan kreatif Wilsen Willim sekaligus pernyataan tentang arah yang ingin ia bawa untuk masa depan. Bertempat di Hotel Mulia, Jakarta, pada 8 Juli 2026, Wilsen Willim menggelar fashion show yang mengusung gagasan tentang algoritma sebagai bahasa universal.

Koleksi ini memadukan wastra dan teknologi dalam sebuah karya yang unik dan menarik. Wilsen Willim menggunakan tenun sutra Garut, tenun Dayak Iban dari Kapuas Hulu, Putussibau, Kalimantan Barat, songket Jembrana Bali, serta songket Minang dari Halaban, yang kemudian dipadukan dengan denim daur ulang Ecotouch. Inovasi ini tidak hanya tentang pelestarian wastra, tetapi juga tentang mengurangi penumpukan sampah tekstil dan kelangkaan benang.

Dalam koleksi ini, Wilsen Willim mengolah perpaduan tenun dan denim ke dalam berbagai interpretasi beskap dan jaket. Tenun tak selalu menjadi material utama, tetapi juga hadir sebagai aksen yang memberi kontras sekaligus nuansa eklektik pada beberapa tampilan. Detail bordir, embellishment bermotif grafis dan flora, hingga tassel semakin memperkaya tekstur setiap look.

Wilsen Willim juga menghadirkan deretan busana yang terasa lebih kasual, seperti sweater V-neck, apron, leather jacket, hingga kemeja dengan kerah dramatis yang menyerupai rumbai tertiup angin. Pendekatan yang lebih edgy lewat tambahan harness, cuffs, dan korset aksen buckles membuat koleksi ini semakin menarik.

Kolaborasi juga menjadi salah satu kekuatan koleksi ini. Seluruh aksesori kulit dikembangkan bersama Peau, sementara sepatu seperti pointy pumps beraksen zipper serta loafer pria dengan detail pinwheel merupakan hasil kolaborasi bersama Bocorocco. Sentuhan akhir hadir lewat perhiasan karya Subeng Klasik.

Dalam sesi re-see bersama rekan media yang digelar sehari setelah fashion show di Rumah Heritage, Jakarta, Wilsen Willim menjelaskan bahwa lewat koleksi ini ia ingin meredefinisi couture. Bahwa tenun juga dapat menjadi bintang utama dalam sebuah koleksi couture. Koleksi ini pun tak hanya menjadi perayaan satu dekade perjalanan Wilsen Willim, tetapi juga kecintaannya pada kain tenun.

Sebuah film dokumenter berjudul Reinventing Tenun: Journey to Algorithm akan dirilis pada pada 21 Agustus 2026 di XXI Plaza Indonesia, yang juga bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Di penghujung fashion show, Wilsen Willim mengajak ketiga asisten desainernya untuk berjalan bersamanya di atas runway. Banyak rintangan yang telah ia lalui dan pencapaian yang diraihnya selama sepuluh tahun terakhir.

Dalam perayaan eksistensi sekaligus presentasi adibusana pertamanya ini, ia bisa saja menikmati riuh tepuk tangan itu seorang diri. Namun, ia memilih berbagi panggung dengan tim, kolaborator, dan juga penenun. Di tengah dunia yang semakin digerakkan teknologi, Wilsen Willim membuktikan bahwa kreativitas dan sisi humanis menjadi algoritma yang paling relevan.

Rayakan Satu Dekade, Wilsen Willim Pertemukan Wastra dan Teknologi dalam Koleksi Terbaru ini merupakan sebuah karya yang luar biasa dan patut diapresiasi. Dengan memadukan wastra dan teknologi, Wilsen Willim telah menciptakan sebuah karya yang unik dan menarik. Koleksi ini tidak hanya menjadi perayaan satu dekade perjalanan Wilsen Willim, tetapi juga pernyataan tentang arah yang ingin ia bawa untuk masa depan.

Related Post

Terbaru