Fakta Menarik Album Baru ATEEZ ‘GOLDEN HOUR : Part 5’, Eksplorasi Musik Latin dan Phonk

Fakta Menarik Album Baru ATEEZ 'GOLDEN HOUR : Part 5', Eksplorasi Musik Latin dan Phonk
Fakta Menarik Album Baru ATEEZ 'GOLDEN HOUR : Part 5', Eksplorasi Musik Latin dan Phonk

Gosip.co.id, 05 Juli 2026 –

ATEEZ resmi meluncurkan album terbaru mereka ‘GOLDEN HOUR : Part.5’ pada 26 Juni lalu, yang menampilkan lagu utama ‘BAD’. Album ini menjadi installment kelima dari seri ambisius Golden Hour yang telah mereka kembangkan secara konsisten selama dua tahun terakhir. Memuat lima track, rilisan ini menandai pergeseran sonik yang tajam bagi Hongjoong, Seonghwa, Yunho, Yeosang, San, Mingi, Wooyoung, dan Jongho.

Meninggalkan sejenak elemen simfonik megah yang menjadi ciri khas awal karier mereka, ATEEZ kini meletakkan pilar utama aransemennya pada genre musik Latin, phonk, dan R&B kontemporer. Bagi kamu yang sedang mencari penyegaran playlist, berikut Cosmo bagikan fakta-fakta menarik ‘GOLDEN HOUR : Part 5‘ yang bikin kamu semakin panasaran dengan album baru ATEEZ ini.

Rilis Hanya Berselang Empat Bulan dari “Part 4”

‘GOLDEN HOUR : Part 5’ datang cukup cepat, hanya berselang empat bulan sejak Part. 4 dirilis pada 6 Februari lalu. Album yang menampilkan lagu utama “Adrenaline” itu mencatat penjualan lebih dari 1,5 juta kopi hanya dalam minggu pertama perilisannya, sekaligus sukses debut di No. 3 chart Billboard 200.

Periode rilis di pertengahan bulan Juni dieksekusi secara strategis untuk menangkap momentum hype musim panas secara global, di mana pendengar cenderung mencari lagu-lagu upbeat yang cocok untuk suasana festival.

Membawa Genre Phonk Lewat Tite Track “BAD”

Sejak merintis debut di tahun 2018 dengan trap shanty “Pirate King” dan meledak lewat lagu anthemic “WONDERLAND” di tahun 2019, ATEEZ selalu dikenal lekat dengan aransemen yang bombastic serta gaya panggung yang performance-driven. Dalam EP terbaru ini, mereka mengeksplorasi phonk, sebuah subgenre underground hip-hop yang belakangan merajai ranah TikTok dengan dentuman cowbell, bass yang terdistorsi tebal, nuansa gelap, serta ritme drifting yang cepat.

Melalui single utama “BAD”, yang diracik padat dalam durasi 2 menit 36 detik, ATEEZ sukses mengawinkan agresi musik phonk dengan dentuman rap intens khas Mingi dan Hongjoong, serta vokal tingkat tinggi dari Jongho.

Transisi Total ke Identitas Latin Trap Lewat “MAMACITA”

Integrasi sentuhan musik Latin ke dalam diskografi ATEEZ sebenarnya sudah tercium dari era sebelumnya. Kalau kamu memperhatikan karya masa lalu mereka, ATEEZ pernah melakukan “cek ombak” melalui track “ARRIBA” (2023) dan “Blind” (2024), yang mana keduanya menyisipkan elemen instrumen tiup dan perkusi perkusi bergaya Amerika Selatan secara apik.

Perbedaan signifikannya di GOLDEN HOUR : Part.5 adalah elemen Latin tersebut tidak lagi sekadar dipakai sebagai ornamen bumbu pelengkap. Hal ini tergambar sangat jelas di track kedua, “MAMACITA”. Berakar utuh pada genre Latin trap, lagu ini langsung melempar para pendengar ke suasana lantai dansa. Aransemennya menggunakan beat yang bouncy dipadukan dengan pesona karismatik dari para member seperti San, Yunho, dan Wooyoung, menjadikannya sebuah track yang tampaknya memang dirancang khusus untuk memikat basis penggemar raksasa mereka di kawasan Amerika Latin.

Mendobrak Norma Lirik Konservatif dengan Tema Sensual

Salah satu fakta menarik album baru ATEEZ ‘GOLDEN HOUR : Part 5’ yang menjadi topik perbincangan hangat di kalangan penggemar adalah keberanian grup dalam meramu narasi lirik. Kali ini, mereka memilih jalur ekspresi yang lebih blak-blakan. Dalam lagu “MAMACITA”, liriknya secara gamblang membicarakan ketertarikan fisik terhadap sosok wanita Latin yang dideskripsikan curvy, hingga pemakaian metafora yang cukup terang-terangan seperti “señorita [that] burns like tequila.”

Pergantian dari lirik bernuansa heroik tentang pencarian harta karun (era TREASURE) menuju ke eksplorasi daya tarik seksual dan asmara orang dewasa, menandakan transisi pendewasaan grup. Mereka paham bahwa ATINY (sebutan fandom mereka) juga telah tumbuh dewasa dan siap menerima tema-tema lirik yang lebih menantang.

Sisi Elegan Tiga B-Side Track Berbalut R&B dan EDM

Jika paruh pertama album berfungsi sebagai suntikan adrenalin dengan gempuran phonk dan trap, maka bagian kedua dari EP ini menawarkan cooling down yang dipoles secara elegan. Tiga lagu penutup dikhususkan untuk mengeksplorasi sisi chill dan romantis ATEEZ, namun tetap dengan bobot produksi yang maksimal.

TOXIN : Sebuah track R&B kontemporer yang sangat smooth, di mana transisi vokal falsetto dari Yeosang dan Seonghwa mendapat ruang khusus untuk bersinar, menciptakan nuansa misterius sekaligus memikat.

Fallin’ : Lagu ini menjadi wadah eksperimen genre EDM-grunge yang berani, mencampur elemen beat elektronik kekinian dengan distorsi gitar gritty khas rock alternatif era 90-an.

Body : Berfungsi sebagai track penutup, lagu R&B ini terasa sangat atmosferik dan sarat akan eksplorasi daya tarik fisik, menutup album dengan mood yang groovy dan seksi.

Dua tahun berjalan, saga bertajuk Golden Hour ini terbukti masih mampu memberikan kejutan sonik yang fresh. Lewat GOLDEN HOUR : Part.5, ATEEZ menegaskan deklarasi artistik mereka: keengganan untuk stagnan di dalam zona nyaman. Kemauan mereka untuk menyelami subgenre berat seperti phonk, mendominasi ritme Latin trap, dan mengeksplorasi lirik bertema ketertarikan seksual secara terbuka memperlihatkan level kepercayaan diri yang paripurna dari grup yang sebentar lagi menginjak usia delapan tahun ini.

Fakta Menarik Album Baru ATEEZ ‘GOLDEN HOUR : Part 5’ menunjukkan bahwa grup ini masih memiliki banyak kejutan yang dapat diberikan kepada penggemar mereka. Dengan eksplorasi musik yang lebih luas dan tema lirik yang lebih dewasa, ATEEZ membuktikan bahwa mereka masih merupakan salah satu grup K-Pop yang paling menarik dan berpengaruh saat ini.

Related Post

Terbaru