Gosip.co.id, 01 Juni 2026 – Menjalani hubungan romantis jangka panjang memang tidak selalu mudah. Setiap hubungan pasti mengalami pasang surut, dan tidak ada hubungan—bahkan yang terlihat sempurna di media sosial—yang selalu bahagia setiap saat. Namun, ada sejumlah pola kesalahan yang terus berulang pada perempuan dalam hubungan. Berikut adalah 6 kesalahan dalam hubungan yang paling sering dilakukan perempuan.
1. Anda Kehilangan Diri Sendiri
Sejak kecil, banyak perempuan dibesarkan dengan keyakinan bahwa menjadi ‘baik’ berarti selalu mengutamakan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan diri sendiri. Akibatnya, banyak yang terbiasa memendam perasaan, menekan kebutuhan pribadi, atau mengorbankan sebagian identitasnya demi menyenangkan orang lain. Terapis hubungan dan psikoseksual, Dr. Aoife Drury, menyebutkan bahwa banyak perempuan memilih memendam perasaan karena takut dianggap ‘terlalu banyak menuntut’ atau ‘sulit’.
Drury menyarankan untuk lebih peka terhadap apa yang dirasakan tubuh, bukan hanya terjebak dalam pikiran sendiri. Alih-alih terus bertanya, ‘Apakah hubungan ini seharusnya berhasil?’, cobalah bertanya, ‘Apa yang sebenarnya saya rasakan saat berada di dalam hubungan ini?’
Baca Juga
2. Terlalu Sering Membandingkan Hubungan dengan Orang Lain
Linimasa media sosial dipenuhi foto cincin pertunangan, pengumuman kehamilan, hingga pasangan yang berpose bahagia di depan rumah baru mereka. Tak heran jika hubungan sendiri terkadang terasa kurang istimewa dibandingkan milik orang lain. Padahal, penting untuk menyingkirkan kebisingan dan tekanan dari luar, lalu kembali bertanya pada diri sendiri: apa yang sebenarnya Anda inginkan?
Terapis hubungan Catherine Topham Sly menyebutkan bahwa di usia 20-an dan 30-an, salah satu kebiasaan yang paling sering membuat perempuan bermasalah dalam hubungan adalah melihat pengalaman mereka dari perspektif luar, bukan dari dalam diri sendiri.
3. Terlalu Kritis terhadap Pasangan
Banyak perilaku yang muncul sebagai reaksi atas kebutuhan yang tidak terpenuhi. Namun, bukan berarti reaksi tersebut tidak perlu dievaluasi. Topham Sly menjelaskan bahwa pola yang sering dilihat adalah kritik yang perlahan muncul ketika kebutuhan emosional seseorang terlalu lama diabaikan.
Banyak perempuan berusaha menjadi pribadi yang pengertian dengan menekan perasaan mereka sendiri. Namun, frustrasi dan rasa kesal yang terus menumpuk akhirnya mencari jalan keluar. Biasanya, hal ini muncul dalam bentuk komentar yang menyindir atau pernyataan absolut seperti, ‘Kamu selalu…’ atau ‘Kamu tidak pernah…’.
4. Berharap Pasangan Bisa Membaca Pikiran
Sayangnya, kemampuan membaca pikiran hanya ada dalam film. Satu-satunya cara untuk mengetahui apa yang Anda butuhkan—dan apa yang dibutuhkan pasangan—adalah dengan membicarakannya secara terbuka. Psikoterapis seks dan hubungan Miranda Christophers menyebutkan bahwa masalah yang paling sering ditemui berkaitan dengan komunikasi.
Banyak pasangan kesulitan mengungkapkan kebutuhan mereka atau memahami sudut pandang satu sama lain. Akibatnya, mereka mulai menebak-nebak maksud pasangan dan membuat asumsi sendiri.
5. Menjadikan Status Hubungan sebagai Bagian Utama Identitas Diri
Tekanan untuk memiliki pasangan memang sering datang dari luar—baik dari keluarga, teman, maupun ekspektasi sosial yang membuat status lajang seolah sesuatu yang memalukan. Namun, tekanan untuk mempertahankan hubungan yang tidak lagi sehat juga bisa datang dari dalam diri sendiri.
Christophers menjelaskan bahwa ketika keberadaan dalam sebuah hubungan menjadi bagian utama dari identitas diri, tekanan yang muncul bisa sangat besar. Faktor seperti kondisi finansial, tinggal bersama, memiliki anak, atau keinginan untuk memiliki anak juga sering memperkuat tekanan tersebut.
6. Terlalu Berusaha Menjadi Sosok yang ‘Santai’
Sejak kecil, perempuan dibesarkan dengan fantasi menemukan ‘pangeran’ dan hidup bahagia selamanya. Tidak mengherankan jika banyak perempuan merasa harus bekerja ekstra keras agar hubungan mereka berhasil.
Topham Sly menyebutkan bahwa tekanan tersebut membuat banyak perempuan merasa harus selalu cerdas secara emosional, pengertian, sabar, pemaaf, sekaligus tetap terlihat santai dan tidak banyak menuntut. Akibatnya, ketika hubungan mengalami masalah, mereka cenderung menyalahkan diri sendiri.
Dalam hubungan yang sehat, Anda merasa bisa menjadi diri sendiri. Anda merasa diterima, didukung, dan memiliki tempat pulang bersama pasangan. Dengan memahami dan mewaspadai 6 kesalahan dalam hubungan yang paling sering dilakukan perempuan, Anda dapat membangun hubungan yang lebih sehat dan bahagia.




